Thursday, February 27, 2014

Is it needed for woman to be highly educated?

Prinsip saya, mutlak perlu.

Entah kenapa saya ingin sekolah setinggi tingginya, entah itu untuk apa dimasa yg akan datang, tapi saya percaya, pendidikan tidak akan percuma, tidak akan mengecewakan saya. Justru media pendidikan itulah yang dapat menempatkan kita dimana kita seharusnya berada. Saya bahkan, menargetkan bagi diri saya, minimal saya harus S2. S2 tersebut harus (expected) abroad. Amin. Saya bahkan berencana untuk tidak bekerja dulu setelah saya lulus S1 nanti, ya untuk keperluan melanjutkan S2 tadi. Percakapan saya tadi siang dengan salah satu teman..

Ceritanya kita lagi sama sama visioner membicarakan masa depan, mulai dari "eh suami yg ideal tuh berapa tahun lebih tua diatas kita sih? Kmu pengen nikah umur berapa? Km pengen suami yang kaya gimana?" Dan tbtb dia menanyakan "fi km mau langsung S2 ya?" "Amin, insyaallah. Lebih cpt kalo langsung jugasih, kalo udah kerja dulu jg ntr pasti males2an kalo mau sekolah lagi." 

Dan apada suatu hari pula, ada teman laki laki yang mengatakan "perempuan tu gak usah sekolah tinggi tinggi, buat apa susah2 sekolah tapi ujung ujungnya ngurus anak dirumah. Hahaha... Cukup suami aja lah yang kerja. Ya kalaupun mau kerja, yang gak menyita banyak waktu. Ttp kewajibane kuwi ngurus omah. Kuwi syarat dadi bojoku." Dan saya... Agak terkejut juga dengan pernyataan dia, masa di zaman modern gini masih bilang pendidikan ga penting untuk perempuan? Meraih pendidikan yg tinggi juga bukan alasan seorang wanita melalikan tugas kok, as long as bisa go hand in hand kenapa engga? Tetep lah, yg namanya kodrat wanit ya memang udah saklek begitu, tp bukan berarti se kaku itu.

Dan.. Ketika saya mendengar dia mengatakan kualifikasi istri bagi dirinya nanti, saya pun juga sudah mencoret laki laki yg mempunyai pemikiran sesempit itu  dari list my future husband's qualifications. Hehehe :D perbedaan prinsipil itu yg tidak bisa di satukan.

Terakhir, saya pun hanya bisa bergumam "ya gapapa sih, km mau berpikiran kaya gitu, toh juga bukan seperti kamu, sosok yang saya cari di masa depan. Huehehehehe.."

No comments:

Post a Comment